Hal-hal yang perlu diketahui oleh bunda yang ingin periksa kehamilan dan melahirkan memakai BPJS (kepanjangan ndak? lol)

Halo, Bunda! Selamat datang di livelymom.com! Mempunyai jaminan kesehatan saat kondisi darurat dapat menjadi hal yang menenangkan. Apalagi jika kondisi keuangan rumah tangga sedang menipis. Ketika Bunda sedang hamil dan berencana menggunakan jaminan kesehatan dari negara, BPJS kesehatan dapat menjadi solusi. Apa saja yang harus diketahui mengenai penggunaan BPJS kesehatan untuk periksa kehamilan dan melahirkan?



Menggunakan jaminan kesehatan dapat meringankan beban keuangan rumah tangga. Bunda dapat menggunakannya untuk keperluan periksa kehamilan dan melahirkan.

Mendapatkan BPJS Kesehatan


Pertama-tama, Bunda harus sudah satu KK dengan suami. Jika sudah satu KK dengan suami, Bunda tinggal mengurus keanggotaan di kantor BPJS setempat. Lebih mudah lagi jika Bunda/suami sudah menjadi peserta BPJS dinaungi oleh perusahaan tempat Bunda/suami bekerja.

Periksa Kehamilan


Saat mendaftar keanggotaan BPJS, Bunda dapat memilih fasilitas kesehatan tingkat satu (faskes 1). Faskes memiliki tiga tingkat yakni satu, dua, dan tiga. Faskes 1 berupa puskesmas, klinik, rumah sakit tipe D, dokter gigi, dan dokter umum. Faskes 2 berupa rumah sakit tipe C dan B. Faskes 3 berupa rumah sakit tipe A. Untuk periksa kehamilan, BPJS dapat digunakan di faskes 1. Jika faskes 1 tidak bisa menangani baru bisa rujuk ke faskes 2 lalu 3. Bunda tidak boleh langsung menuju ke faskes 2 atau 3 jika menggunakan BPJS. Semua harus diawali dari faskes 1. Kecuali jika dalam kondisi darurat maka langsung faskes mana saja diperbolehkan.

Untuk periksa kehamilan menggunakan BPJS, hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah kartu BPJS dan fotocopy KK yang harus ditunjukkan saat pendaftaran di faskes 1. Jika saat periksa Bunda harus dirujuk, faskes 1 akan memberikan surat rujukan. Bunda sendiri yang akan memilih faskes 2 untuk rujukan.

Periksa kehamilan di faskes 2 dengan rujukan perlu mempersiapkan surat rujukan, KTP, kartu BPJS, dan KK masing masing difotocopy sebanyak dua lembar.

Melahirkan


Jika semua kondisi Bunda normal maka Bunda disarankan untuk melahirkan di faskes 1. Bunda yang ingin melahirkan secara normal di rumah sakit baru akan dilayani jika telah buka 4 atau dalam keadaan darurat seperti pecah ketuban.

Bunda yang telah lewat HPL juga akan dilayani di rumah sakit namun harus mengurus rujukan dari faskes 1 terlebih dahulu.

Jika Bunda terpaksa harus melahirkan secara sesar, itu berarti faskes 1 tidak dapat menangani. Dalam kondisi ini Bunda perlu mendapatkan surat rujukan dari faskes 1 sehingga Bunda dapat menggunakan BPJS untuk operasi caesar.

Memakai BPJS di Kota Lain


Bunda yang ingin melahirkan di luar kota domisili tidak perlu khawatir. Misal alamat KTP Bunda di Surabaya dan ingin menggunakan BPJS di Malang hal ini bisa dilakukan.

  • Cara 1: meminta surat keterangan dari kantor BPJS kota tujuan. Surat ini harus dibawa saat periksa ke faskes 1.

  • Cara 2: mengganti faskes 1 di kota asal dengan faskes 1 di kota tujuan. Faskes satu dapat diubah 3 bulan sekali


Aplikasi Mobile JKN


Aplikasi Mobile JKN untuk android dapat diunduh disini. Dengan aplikasi ini, peserta BPJS semakin dimudahkan dalam menggunakan fasilitas-fasilitas BPJS. Bunda dapat melakukan penggantian tanpa harus datang ke kantor BPJS. Misalnya fitur penggantian faskes 1 jika Bunda berencana memeriksakan kehamilan dan melahirkan di luar kota. Setelah melakukan penggantian faskes 1, jika Bunda tidak sempat mencetak kartu yang baru, Bunda dapat mencetak sendiri kartu yang ada di aplikasi. Perlu diingat, perubahan mulai berlaku pada tanggal 1 bulan berikutnya

Nah, Bunda, itulah hal-hal yang perlu diketahui jika Bunda ingin menggunakan BPJS untuk periksa kehamilan dan melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat. Jika Bunda memiliki masukan dan tambahan informasi, tulis di kolom komentar, ya!

Salam,

Logo Lively Mom

Comments