Perkembangan Berat Badan Selama Hamil - Pengalaman Pribadi

Halo, Bunda! Selamat datang di Livelymom.com!
Berat badan adalah hal yang paling sering diperhatikan bagi sebagian besar kaum hawa. Apalagi saat hamil, perkembangan berat badan kadang bisa naik terus, kadang juga bisa turun. Di sini akan saya bagikan pengalaman perkembangan berat badan selama hamil yang saya alami.



Berat Badan Sebelum Hamil


Berat badan saya sebelum hamil hanya 38kg. Itupun sempat berkurang saat trimester pertama menjadi 35kg.

Selengkapnya biisa bunda baca pada tulisan saya sebelumnya tentang Turun Berat Badan saat Hamil Trimester Pertama.

Saya memiliki postur tubuh yang kecil dan bisa dibilang kurus. Dengan tinggi 155cm, berat badan paling tinggi saya hanya 38kg tidak pernah menyentuh angka 40kg. Walaupun banyak orang bilang setelah menikah berat badan bisa bertambah, tapi nyatanya saya tetap bertahan di 38 kg. Tidak tahu lagi apakah harus senang atau sedih.

Dengan berat badan yang hanya 38kg dan masuk kategori underweight banyak pihak mengatakan perjuangan selama hamil akan berat, dan mungkin perlu menunggu agak lama untuk bisa hamil. Bahkan teman-teman banyak yang menyarankan untuk menambah berat badan dulu sebelum hamil.

Namun meski sudah berusaha menambah porsi makan dan minum susu persiapan hamil, tapi hasilnya sama saja masih 38 kg.

Akhirnya ikhlas sudah, lagi-lagi semua diserahkan pada Allah. Jika memang sudah waktunya hamil pasti akan hamil. Dan benar saja, akhirnya mendapat garis dua dengan berat awal 38kg.

Perkembangan Berat Badan selama Hamil Trimester Pertama


Perjuangan selama hamil trimester pertama tidaklah mudah. Susah makan karena mulut rasanya benar benar pahit dan justru entah kenapa malah doyan air putih. Setiap hari sehabis makan/ngemil saya selalu minum air putih segelas untuk mengurangi rasa pahit. Kadang malah sampai dua gelas.

Menimbang berat badan saat periksa kehamilan di trimester pertama merupakan hal yang sangat menantang. Selama tiga bulan pertama berat saya stabil di 35 - 36kg.

Sedih, kepikiran nanti adik bayi tidak mendapat nutrisi cukup. Selama trimester pertama ini saya juga belum terlalu doyan makan dan hanya mengandalkan minum susu dan sedikit cemilan.

Untuk mengobati rasa khawatir, saya pun bertanya pada teman yang dulu sebelum hamil beratnya sama seperti saya, katanya jika belum bisa makan berat yang penting adalah susu dan cemilan. Di bulan-bulan selanjutnya berat badan akan naik dengan sendirinya.

Perkembangan Berat Badan selama Hamil Trimester ke-2


Memasuki bulan ke-4 berat sudah mulai kembali ke 38kg, alhamdulillah. Porsi makan saya juga mulai bertambah sedikit.

Kebetulan saat periksa sempat bertanya ke dokter, apakah berat yang hanya segini dapat mempengaruhi kondisi janin atau tidak. Dan dokter bilang tidak apa apa, biasanya berat akan mulai melonjak mulai memasuki bulan kelima.

Benar saja, bulan kelima berat saya menjadi 45kg dan bulan keenam menjadi 50kg, Bunda!

Antara senang dan tidak percaya, mengingat berat belum pernah sampai ke angka ini. Mulai memasuki bulan kelima pikiran saya tersugesti untuk makan banyak demi diri sendiri dan terutama untuk adik bayi.

Saat itu juga sudah ikut suami di rumah mertua, dan ibu setiap hari memberi asupan protein. Ya mungkin itu sebabnya.

Tapi pertambahan berat yang signifikan ini juga sempat dipertanyakan perawat ditempat periksa, soalnya memang pertambahan berat dalam waktu yang singkat bisa jadi salah satu tanda penyakit pre-eklampsia. Duh Bunda bikin kepikiran.

Tapi untungnya setelah konsultasi dengan dokter hal ini masih wajar karena berat badanku sebelum hamil memang hanya sedikit. Oleh karena itu sebisa mungkin harus menambah berat badan. Tapi tambahnya tidak terlalu banyak juga, pertambahan berat badan saya dinilai masih dalam batas wajar.

Perkembangan Berat Badan selama Hamil Trimester ke-3


Memasuki bulan ketujuh nafsu makan sedikit berkurang, mungkin karena ukuran baby yang sudah bertambah besar jadi ruang lambung juga mulai berkurang. Berat hanya bertambah menjadi 53kg.

Di bulan ini saya juga kembali ke rumah orang tua di Solo dan lebih sering makan sayur daripada protein. Anehnya, bulan ke delapan sampai memasuki bulan kesembilan berat sempat turun menjadi 51kg huhu dan stabil naik turun antara 51-52kg.

Memang porsi makan kembali sama seperti sebelum hamil. Yang penting sekarang makan dijaga dan perbanyak olahraga untuk launching si kecil nanti. Masalah berat badan sudah tidak menjadi fokus utama.

Itulah cerita pengalaman perkembangan berat badan selama hamil yang saya alami.

Bagaimana dengan Bunda? Apakah mengalami hal yang sama dengan saya? Bagikan cerita bunda di kolom komentar ya Bun! :)

Salam,

Logo Lively Mom

 

 

Perkembangan Berat Badan Selama Hamil - Pengalaman Pribadi

Comments